Senin, 16 November 2009

Materi PSP untuk KSR

.

Senin, 12 Oktober 2009

Sosialisasi BK

UPAYA PEMECAHAN MASALAH SOSIALISASI BIMBINGAN DAN KONSELING DENGAN PELAYANAN KONSELING MELALUI
FORMAT KLASIKAL YANG TERJADUAL PADA SISWA


Oleh
Kris Saptana
Guru SMPN 2 Merbau Mataram, Lampung Selatan

ABSTRAK
Karya Tulis ini merupakan paparan kreativitas berupa inovasi penyusunan program dan pelaksanaan pelayanan konseling. Program berupa Perangkat BK Pelayanan Konseling melalui Format Klasikal. Penyususnannya memadukan antara program kegiatan Bimbingan dan Konseling (BK) oleh guru pembimbing dengan program kegiatan proses belajar-mengajar yang lazim digunakan oleh guru mata pelajaran. Inovasi program berisi Program Semester berupa Perangkat BK dan Pelayanan Konseling melalui Format Klasikal. Program ini sebagian kecil dari keseluruhan program kegiatan Bimbingan dan Konseling.
Dengan program ini, para guru pembimbing mendapatkan kesempatan, tugas, kewajiban dan fungsi untuk berhak memberikan pelayanan konseling di dalam kelas (klasikal) sesuai jadwal pelajaran yang telah diusun oleh sekolah.
Terobosan ini bertujuan memecahkan permasalahan BK selama ini. Di lapangan, khususnya di wilayah Kabupaten Lampung Selatan yang menjadi tempat penelitian penulis, BK kurang sesuai dengan tujuan, tugas, pokok dan fungsinya. Dengan penyusunan program yang sederhana mudah dipahami dan mudah dilaksanakan ini, terbukti dapat mengurangi masalah yang ada pada BK.
Dari data hasil pengamatan penulis, prosentase guru pembimbing yang melaksanakan sesuai program meningkat. Sebaliknya tidak menyusun dan tidak melaksanakan program menurun. Hal ini menunjukkan adanya perubahan peningkatan yang positif sekaligus mengurangi permasalahan pada BK. Tentunya keberadaan, pengakuan dan hasil kerja pembinaan oleh guru pembimbing terhadap siswa asuh berangsur membaik. Sehingga siswa-asuh yang menjadi tanggung jawab kita, akan menikmati hasil kegiatan dan fungsi BK. Bagaimanapun siswa asuh sasaran binaan kita, adalah merupakan aset negara sebagai generasi penerus bangsa.
Keywords: Format Klasikal, Sosialisasi BK


A. PENDAHULUAN

Sesuai dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menggariskan ”Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengembalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”.
Pendukung utama bagi tercapainya sasaran pembangunan manusia Indonesia yang bermutu adalah pendidikan yang bermutu. Pendidikan yang bermutu dalam penyelenggaraannya tidak cukup hanya dilakukan melalui transpormasi ilmu pengetahuan, teknologi, tetapi harus didukung oleh peningkatan profesionalisasi dan sistem manajemen tenaga kependidikan serta pengembangan kemampuan peserta didik untuk menolong diri sendiri dalam memilih dan mengambil keputusan demi tercapai cita–citanya.
Demikian juga pada Undang-undang RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Bab III penegasan prinsip profesionalitas. Jelas kita dituntut memilih profesional di bidangnya masing–masing. Sesuai perkembangan sosial, ekonomi, pengetahuan dan teknologi yang terjadi saat ini sangat berpengaruh kepada tuntutan akan pengelolaan sekolah. Oleh sebab itu sekolah harus dikelola oleh Sumber Daya Manusia yang mempunyai kinerja profesional.
Agar pelaksanaan amanah dari pemerintah pusat melalui Departemen Pendidikan Nasional Pendidikan (BSNP) berupa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, sudah selayaknya kita mendapatkan, memahami yang akhirnya melaksanakan dengan lancar, optimal dan hasilnya maksimal.
Khusus pada struktur kurikulum baik jenjang SMP/MTs, SMA/MA ataupun SMK di situ terdapat komponen ”Pengembangan Diri” sesuai dengan PERMEN 22 tahun 2006 dan juga ditegaskan oleh BNSP, konselor (guru pembimbing) punya peran yang tidak boleh dianggap ”enteng”. Karena kegiatan pengembangan diri berkaitan dengan potensi–potensi secara psikologis.
Di lapangan ternyata Guru Pembimbing memang belum merasa ”enteng”, dikarenakan permasalahan BK itu sendiri memang ”menumpuk”.
BK yang dilakukan oleh Guru Pembimbing sampai saat ini belum optimal, belum dapat kepercayaan ataupun belum diakui oleh selain guru pembimbing. Guru Pembimbing dianggap tidak jelas, walaupun sudah ada BK Pola Tujuh Belas (17), bahkan ada plusnya. Hal ini terbukti Guru Pembimbing masih diberi tugas selain tugas pokok dan fungsinya dari BK. Ada yang mengajar mata pelajaran, petugas UKS, perpustakaan, bendahara dan lain-lain. Yang notabela karena juga personil yang mau kerja, baik, ikhlas, narima, jujur, sabar dan budi luhur. Namun aneh lagi posisi guru pembimbing diisi oleh non profesi akademis guru pembimbing. Sebagai contoh: mantan Kepala Sekolah non akademis, personal yang sudah sibuk (wakil, kepala sekolah) distatuskan petugas BK, sisa-sisa guru mata pelajaran yang lebih.
Guru Pembimbing sendiri bingung, apa lagi guru mata pelajaran, termasuk Kepala Sekolah dan stafnya, bahkan Dinas Pendidikan Kabupaten juga tidak semua ”nyambung”. Hal ini menurut hasil observasi, wawancara dengan kawan-kawan melalui kegiatan-kegiatan Bimbingan dan Konseling melalui Musyawarah Guru Pembimbing (MGP), studi banding dan kunjungan-kunjungan ke sekolah lain. Ternyata masalah ada di guru pembimbing itu sendiri. Diantaranya :
- Program tidak jelas;
- Program tidak berjalan;
- Guru pembimbing keluar dari tupoksi (tugas, pokok dan fungsi).
Sebagai gambaran, berikut penulis sajikan pelaksanaan BK oleh Guru Pembimbing SMP/MTs. se Kabupaten Lampung Selatan yang tergabung dalam organisasi profesi terkecil Musyawarah Guru Pembimbing

NO
PROGRAM
PELAKSANAAN JUMLAH
G.P. %

KETERANGAN

1
2
3
4
Ada
Ada
Tidak
Tidak
Ada
Tidak
Ada
Tidak
12 19
15 23
21 32
17 26
Sesuai
Kurang Sesuai
Kurang Sesuai
Tidak Sesuai
Dari data di atas menunjukkan pelaksanaan BK tidak/belum sesuai dengan dengan Petunjuk Teknik dan Petunjuk Pelaksanaan.yang diharapkan.
Sehingga BK selama ini bisa ”diplesetkan” sebagai berikut :
> BK : Bekerja Keluar jalur
> BK : Bingung Kerjaan sendiri
> BK : Beban Kenakalan siswa
> BK : Ban serep kelas Kosong
> BK : Buangan Kelebihan guru mapel
> BK : tempat Bekas Kepala sekolah (non BK)
> BK : Bebas Kerjaan
> BK : Bikin Kecemburuan
Untuk mengatasi permasalahan tersebut diatas, penulis mencoba membuat salah satu atau sebagaian dari program keseluruhan yaitu Perangkat BK yang sederhana, singkat mudah dipahami, mudah dilaksanakan dan tentunya diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut.

B. PELAYANAN KONSELING MELALUI FORMAT KLASIKAL.

Kegiatan yang dilaksanakan berupa Pelayanan Konseling melalui Format Klasikal ini bukan satu-satunya layanan BK kepadasiswa asuhnya.. Format kegiatan BK yang lain masih ada. Diantaranya : individu, kelompok, lapangan dan pendekatan khusus.
Adapun format klasikal yang penulis laksanakan adalah memberikan pelayanan konseling kepada sejumlah siswa asuh dalam satu kelas pada jam pelajaran yang sudah dijadualkan oleh sekolah. Jenis layanan yang diberikan diantaranya layanan informasi, orientasi, penguasaan konten (pembelajaran), penempatan dan penyaluran serta kegiatan pendukumg. Misalnya pengumpulan data dan sebagainya.
Adapun materi disesuaikan kebutuhan dan perkembangan siswa asuh.
Kegiatan melalui format klasikal tersebut diprogramkan dalam perangkat BK Pelayanan Konseling melalui format klasikal. Setiap semester dan sesuai kelas masing-masing.
Setelah melaksanakan pelayanan konseling melalui format klasikal, guru pembimbing mempunyai kewajiban dan tanggung jawab kepada Kepala Sekolah. Tanggung jawab tersebut harus ditunjukkan dengan bukti fisik yaitu berupa format laporan hasil pelaksanaan sesuai dengan Surat Keputusan Menpan, No. 025/U/1995 diantaranya :
1 Pelaksanaan Layanan BK
2 Evaluasi Pelaksanaan Layanan BK
3 Analisis Hasil Eavaluasi
4 Tindak Lanjut.
Dan Kepala Sekolah sebagai penanggungjawab, yang menerima laporan akan memberikan Surat Pernyataan bahwa Guru Pembimbing telah melaksanakan tugas dan kewajibannya. Yang selanjutnya sebagai bukti fisik prestasi kerja sebagai persyaratan pengusulan Penetapan Angka Kredit untuk Kenaikan Pangkat.

C. HASIL SOSIALISASI

Guru Pembimbing (penulis) dengan menyiapkan Perangkat BK Pelayanan Konseling melalui Format Klasikal sangatlah membantu dalam pelaksanaan kegiatan BK. Diantaranya :
1. Kita siap memberi layanan yang materi bahasannya sudah siap. Tidak cari-cari, tidak kebingungan apa yang harus disampaikan. Sehingga sebagai guru pembimbing ”percaya diri”.
2. Dari sisi siswa asuh sendiri mendapat tatap muka atau pertemuan yang rutin, terarur, rata dan adil. Sehingga siswa asuh mendapat kesempatan untuk curhat, menyampaikan masalah maupun ide-ide dalam pengembangan potensi.
3. Dari pandangan teman lain, tentunya yang selama belum mengerti BK, akan melihat guru pembimbing ternyata ada kerjaan. Walaupun ini hanya sebagian dari keseluruhan tugas BK. Namun kita percaya menghilangkan kecemburuan yang selama ini disangkanya BK tidak ada kerjaan.
4. Dan lagi dengan adanya program klasikal, kegiatan guru pembimbing tidak akan kengganggu jadwal proses belajar mengajar guru mata pelajaran. Sehingga guru mata pelajarannya tidak semaunya meninggalkan dan menyerahkan jam kosongnya kepada guru pembimbing.
5. Dengan ketrampilan penyususnan materi Pelayanan Konseling melalui Format Klasikal menuntut kita berprofesional. Dan tentunya guru pembimbing yang profesional saja yang akan bertugas. Dengan demikian tidak lagi menjadi sembarangan tempat buangan kelebihan guru maupun SDM yang tidak bertanggungjawab maupun tidak profesional.
Inilah diantaranya hasil yang sudah penulis nikmati.
Dari hasil yang telah penulis nikmati di atas, penulis mengimbaskan melalui kegiatan Musyawarah Guru Pembimbing (MGP), workshop, pelatihan-pelatihan di Kabupaten Lampung Selatan, Kota Bandar Lampung, Kota Metro dan Provinsi Lampung pada umumnya.
Khusus Kabupaten Lampung Selatan, penulis memantau melalui kegiatan MGP, melalui MKKS perkembangan guru pembimbing yang melaksanakan pelayanan dengan menyusun program BK sebagai berikut :
Dari sejumlah 168 SMP Negeri dan swasta terdata yang pernah mengikuti MGP tahun 2005 dan sebelumnya hanya 42 orang. Di tahun 2006 meningkat menjadi 65 orang. Data terakhir yang penulis peroleh Juni 2007 terdaftar 95 orang guru pembimbing dari berbagai jenjang maupun latar belakang pendidikan.
Berikut penulis sajikan perkembangan jumlah guru pembimbing, pembuat program dan pelaksanaannya. Tahun 2005 dan sebelumnya program belum disosialisasikan. Tahun 2006 saat mulai mensosialisaikan secara umum. Dan tahun 2007 setelah mensosialisasikan.

1. Tahun 2005, sejeumlah 42 orang guru pembimbing. Belum mendata.

NO
PROGRAM
PELAKSANAAN JUMLAH
G.P. %

KETERANGAN

1
2
3
4
Ada
Ada
Tidak
Tidak
Ada
Tidak
Ada
Tidak

Sesuai
Kurang Sesuai
Kurang Sesuai
Tidak Sesuai

2. Tahun 2006, sejumlah 65 orang guru pembimbing. Data sebagai berikut :.

NO
PROGRAM
PELAKSANAAN JUMLAH
G.P. %

KETERANGAN

1
2
3
4
Ada
Ada
Tidak
Tidak
Ada
Tidak
Ada
Tidak
12 19
15 23
21 32
17 26
Sesuai
Kurang Sesuai
Kurang Sesuai
Tidak Sesuai

3. Tahun 2006, sejumlah 95 orang guru pembimbing. Data sebagai berikut :.

NO
PROGRAM
PELAKSANAAN JUMLAH
G.P. %
KETERANGAN

1
2
3
4
Ada
Ada
Tidak
Tidak
Ada
Tidak
Ada
Tidak
38 40
24 25
20 21
13 14
Sesuai
Kurang Sesuai
Kurang Sesuai
Tidak Sesuai

Untuk perkembangan di MGP SMP Kota Bandar Lampung yang jumlah kehadiranya lebih kurang 40 orang guru pembimbing, hampir seluruhnya mulai memiliki perangkat BK tersebut. Walaupun program yang dimiliki masih sebagian besar mengkopi paste. Tapi perlu dimaklumi dan dihargai bagaimanapun ada minat dan ada peningkatan untuk menggunakan perngkat BK Pelayanan Konseling melalui Format Klasikal. Dan MGP melalui MKKS mengajukan ke Dinas Pendidikan dan Perpustakaan Kota Bandar Lampung mengusulkan agar seluruh SMP dan MTs se Kota Bandar Lampung untuk diberi jadwal jam tatap muda di kelas untuk memberikan Pelayanan melalui Format Klasikal.
Adapun SMP Kota Metro, tahun memprogramkan guru pembimbing anggota MGP untuk dapat menyusun maetri pelayanan konseling melalui format klasikal. Demikian juga Kabupaten Lampung Utara dan Lampung Timur.

Dari uraian hasil penggunaan Perangkat BK Pelayanan Konseling melalui Format Klasikal di atas menyatakan berlawanan dengan permasalahan yang dicantumkan pada Bab I. Diantaranya program tidak jelas, program tidak berjalan, guru pembimbing keluar dari tupoksinya.
Program yang tadinya tidak jelas. Sangat luas, umum, terlalu tinggi tingkat akademisnya. Karena selama ini pembuat program orang-orang yang di atas, para profesor dan sosialisasinya dalam bentuk penataran, diklat maupun proyek-proyek tidak sebanyak program mata pelajaran dan khusunya yang diujian-nasionalkan. Dengan program yang bisa kerjasama dengan mitra kerja ternyata mudah. Dan selanjutnya termotivasi terevaluasi oleh mitra kerja yang ada di sekolah maupun masyarakat. Berarti BK berjalan mudah. Kesempatan melaksanakan, mengevaluasi, menganalisis dan tindak lanjutpun dapat diprogramkan untuk berikutnya. Akhirnya tujuan, tugas pokok dan fungsi serta tanggung jawabnya terlihat nyata.
Dari perkembangan jumlah guru pembimbing meningkat, berarti peminat dan kepercayaan meningkat.
Hasil analisis perkembangan dari tahun 2005 sampai tahun 2007 sebagai berikut :
Jumlah peserta MGP : 42(2005); 65(2006); 95(2007)
Sesuai : dari 19 % menjadi 40 % : naik 111 %
Kurang sesuai : dari 55 % menjadi 46 % : turun 16 %
Tidak sesuai : dari 26 % menjadi 19 % : turun 27 %
Yang membuat program dan melaksanakanpun juga meningkat, berarti program mudah disusun dan mudah dilaksanakan. Praktis dan sesuai.
Demikian juga BK yang diplesetkan menjadi kesalahan selama ini, akan berubah menjadi BK yang diharapkan., yaitu :
> BK : Bantu Kepala sekolah
> BK : Bekerja sistematiK
> BK : Beri Kebutuhan
> BK : Bangun Kreativitas
> BK : Bikin Kemandirian
> BK : Buat kesenangan, kepuasan & Kebahagiaan
> BK : Bentuk Kekeluargaan
> BK : Bijaksana & Keadilan.



D. PENUTUP

Dengan membuat perangkat BK yang merupakan program yang cukup jelas, simpel, dan praktis, ternyata kawan-kawan guru pembimbing khususnya di Kabupaten Lampung Selatan dan umumnya se Provinsi Lampung dapat melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai guru pembimbing. Mulai dari pelaksanaan, mengevaluasi, menganalisis dan menindaklajuti kegiatan klasikal tersebut, menyelenggarakan layanan informasi, penenempatan dan penyaluran, penguasaan konten, kegiatan instrumentasi, serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di dalam kelas. Hasil Karya Tulis menyatakan data Guru Pembimbing yang melaksanakan tujuan, tugas dan fungsi BK meningkat. Hasil ini dilihat, dirasakan dan dinikmati oleh Guru Pembimbing itu sendiri, oleh pihak lain, mitra kerja maupun instansi terkait. Dan pada khususnya siswa asuh. Sehingga Guru Pembimbing diakui keberadaannya, timbul percaya diri, masayarakat berangsur-angsur mengakui dan khusunya siswa asuh menikmati hasil pelayanan konseling.
Kepedulian dan perhatian yang terfokus terhadap kemajuan dan perkembangan siswa melalui pendidikan di sekolah sudah selayaknya keberadaan guru pembimbing dapat diakui, disamakan hak dan fasilitasnya bahkan dilebihkan sesuai tugas keprofesiannya. Tentunya pada program-program pemerintah di bidang pendidikan dan pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM), merupakan harapan yang didambakan.
Materi ini hanya sebagian kecil yang berharap merupakan motivasi untuk berminat mendapatkan yang lebih banyak lagi. Kepada rekan gruru pembimbing beranilah instropeksi, tunjukkan kerja kita dengan mengedepankan keberhasilan siswa asuh kita. Guru yang berhasil adalah guru yang dapat mencipta siswanya berhasil mencapai apa yang dicita-citakan. Dengan demikian tentunya tidak segan selalu mengikuti perkembangan pendidikan itu sendiri. Untuk itu penulis mengharapkan, inovasi, kreativitas proses pendidikan untuk pembinaan siswa asuh yang merupakan aset negara berupa generasi penerus bangsa






DAFTAR PUSTAKA




BSNP, 2006, Panduan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Dasar dan Menegah, Jakarta.

Depdiknas, 2007, Wawasan Pengembangan Diri Dalam KTSP melalui Pelayanan Konseling, PPPPTK, Jakarta.

Depdiknas Dirjend PMPTK, 2007, Panduan Penyelenggaraan Lomba Pengembangan Model Pelayanan BK SMP, SMA/SMK, PPPPTK, Jakarta.

FKIP Unila, 2006, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, Bandar Lampung.

H. A.J. Nurichsan & Akur Sudianto, 2005, Manajemn Bimbingan dan Konseling di SMP Kurikulum 2004, Penerbit Grasindo Jakarta.

Mungin E.Wibowo, Dr.,M.Pd., 2003, Program Bimbingan dan Konseling, Depdiknas Dirjen Dikdasmen Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama, Jakarta.

Nana Syaodik S., Prof.DR.., dkk., 2003, Materi Bimbingan dan Konseling, Penerbit Mutiara, Bandung.

PB IPBI, 2000, Penilaian Layanan Bimbingan dan Konseling, Padang.

Prayitno, Prof.Dr.,M.Sc.Ed., dkk., 1997, Pelayanan Bimbingan dan Konseling SLTP (Buku II), Penerbit Kerjasama karyawan Pusgrafin dengan Panebar Aksara, Padang.

Prayitno, 2004, Pengembangan Kompetensi dan Kebiasaan Siswa melalui Pelayanan Konseling, UNP-FIP-BK, Padang.











B I O D A T A

Nomor Statistik Sekolah (NSS) : 201120117344
N a m a : Drs. KRIS SAPTANA
N I P : 132200674
Tempat, Tanggal lahir : Klaten, 3 Maret 1962
A g a m a : I s l a m
Jenis kelamin : laki-laki
Pangkat/Golongan : Penata Tk.I, III/d
J a b a t a n : Guru Dewasa Tk.I
Jenis guru : Guru Pembimbing
Masa kerja (PNS) : 9 tahun + 8 bulan
Pendidikan terakhir : Sarjana (S1)
J u r u s a n : Bimbingan Konseling (BK)
Nama Lembaga Pendidikan : FKIP Universitas Lampung (UNILA)
Tahun lulus / No. Ijazah & Akta IV : 1988 (No. 148/38.3.31/1988)
Unit Kerja : SMP Negeri 2 Merbau Mataram
Alamat kantor : Jl. Pejuang A.’45, Merbau Mataram
Lampung Selatan 35452
Telp. (0721) 7478103
Alamat rumah : Jl. Way handak 25, Telukbetung
Bandar Lampung 35214
Telp. (0721) 482737 – 484235
HP. 08154060690 – (0721) 7327900
E-mail: krissaptana@yahoo.co.id

Aktivitas/jabatan/penghargaan :
 Guru Pembimbing (Koord.BK) SMPN 2 Merbau Mataram
 Wakil Kepala SMPN 2 Merbau Mataram
 Anggota staf Guru Pembimbing SMP Tamansiswa Telukbetung
 Ketua pengurus MGP SMP Kabupaten Lampung Selatan
 Pengurus (Sie pendidikan) MGP SMP Kota Bandar Lampung
 Pengurus (Sekretaris II) FKSK.BK Provinsi Lampung
 Pengurus (Sie Pend.Menengah) PGRI Cabang Merbau Mataram
 Instruktur Guru Pembimbing (BK) SMP Tk.Nasional
 Wakil Ketua Pengurus ABKIN Cabang Lampung Selatan
 Anggota Asosiasi Bimbingan Konseling Indonesia (ABKIN)
 Guru Berprestasi Tk.Provinsi Tahun 2006.

Merbau Mataram, 1 Oktober 2007

Drs. KRIS SAPTANA
Penata Tk.I
NIP 132200674

Guru yang Baik

GURU YANG BAIK
(Pengalaman pribadi)



Pertama,
Manusia super sulit sedang mengajari kita dengan menunjukkan betapa menjengkelkannya mereka.Bayangkan, ketika orang-orang ramai menyatukan pendapat, ia mau menang sendiri.
Tatkala belajar melihat dari segi positif, ia malah mencaci dan menghina orang lain.
Semakin sering kita ketemu orang-orang seperti ini, sebenarnya kita sedang semakin diingatkan untuk tidak berperilaku sejelek dan sebrengsek itu.
Saya berterima kasih sekali ke adik juragam/majigan ibu saya yang amat kasar dan suka menghina dulu. Sebab dari sana saya berjanji dalam hati untuk tidak berperilaku yang menyakitkan orang lain seperti yang saya rasakan. Sebab saya pernah mersakan sendiri betapa sakit hati dan tidak enaknya dihina.

Kedua,
Manusia super sulit adalah sparring partner dalam membuat kita jadi orang sabar.Sebagaimana sering kita dengar cerita, badan dan jiwa ini seperti karet. Pertama ditarik melawan, namun begitu sering ditarik maka ia akan longgar juga. Semakin sering dibuat panas kepala, mengurut-urut dada, atau menarik nafas panjang oleh manusia super sulit, semakin tambah sabar. Lama-kalamaan, tubuh kita jadi kebal.

Ketiga,
Manusia super sulit sering mendidik kita jadi pimpinan jempolan.Saya menjadi lebih dari rekan-rekan, hal ini setelah saya dipipimpin oleh pemimpin yang amat keras, diktator dan disiplin. Walaupun saat itu memang sulit diikuti, berat dirasakan, dan susah untu menyesuaikan, namun saat ini baru merasakan hasil didikan dari pengalaman itu.

Keempat,
Manusia super sulit sedang memproduksi kita menjadi orang dewasa.Disadari maupun tidak, kita sering dihadapkan dengan tukang hina, tentu saja kita memaksa diri untuk tidak menghina balik. Bertemu dengan orang yang berhobi menjelekkan orang lain, tentu membuat kita berefleksi, betapa tidak enaknya dihina orang lain,

Kelima,
Manusia super sulit sebenarnya sedang membuat kita jadi hebat.Dengan sedikit rasa dendam yang positif, dari masa kecil, saya termasuk orang yang dibesarkan oleh penghina-penghina saya. Namun hinaan mereka membuat saya lari kencang dalam belajar dan berusaha. Dan kemudian, kalau ada kesempatan saya bantu orang-orang yang menghina tadi. Dan betapa besar dan hebatnya diri ini rasanya kalau berhasil membantu orang-orang yang tadinya menghina kita.

Keenam,
Manusia super sulit sebenarnya menunjukkan jalan ke surga.Kenapa tidak, karena yang terakhir ini dan paling penting sebenarnya mendoakan kita masuk surga. Pasalnya kalau kita berhasil membalas hinaan dengan senyuman, batu dengan bunga, bau busuk dengan aroma harum, bukankah kemungkinan masuk surga menjadi lebih tinggi.



Referensi : SULUH, media untuk kegidupan bahagia, Vol.1 No.1 Th.2002

Selasa, 25 Agustus 2009

Senam Tangan

Senam Tangan

Terkadang kita sebagai pekerja kemanusiaan tidak punya cukup waktu untuk mempelajari dan menjaga kesehatan diri sendiri. Di bawah ini ada 10 tips senam tangan yang mudah dilakukan dan tidak memakan waktu yang lama. Hanya dengan menyediakan waktu selama 2,5 menit, kita dapat merasakan banyak manfaat yang positif dengan melakukan senam tangan ini.

Dalam senam tangan ada beberapa langkah yang kita lakukan. Langkah-langkah ini terkait dengan cakra-cakra tubuh yang sesuai dengan ilmu dan seni penyembuhan Prana.

Template by Abdul Munir | Blog - Layout4all